Tags

, , ,

ImageHari Minggu, 4 Maret kemarin, Gramedia mengadakan acara seru untuk para follower akun @Gramedia di Twitter. Acaranya diadakan di Istora Senayan, di hari terakhir Kompas Gramedia Bookfair 2012. Selain ketemu teman-teman sesama follower dan pencinta buku, ada beberapa acara lain yang diselipkan di gathering ini, seperti bookswap (yeay!), bincang-bincang dengan para admin @Gramedia, mas @WisnuDon dan mbak @hetih, juga sesi yang sangat berguna buat para peresensi buku, yaitu knowledge sharing tentang meresensi online yang dibawakan oleh mas @oktawiguna.

Sejujurnya, saya nggak terlalu ngefans dengan acara kumpul-kumpul kayak gini, apalagi melibatkan orang-orang yang hanya dikenal di dunia maya. Takut aja, kalau tiba-tiba suasana malah jadi awkward, yang tadinya seru di twitter, ternyata malah pendiem di dunia nyata, hihihi…Makanya sempet mikir-mikir waktu mutusin buat ikutan. Akhirnya setelah janjian dengan beberapa anggota BBI, saya pun memberanikan diri untuk mendaftar.

Acaranya ternyata on time (good job!), dibuka oleh MC mbak @percikbintang yang lucu =) Untuk acara ini, peserta diwajibkan membawa minimal dua buah buku untuk ditukarkan di acara bookswap. Membawa lebih juga boleh, karena sisanya akan disumbangkan ke perpustakaan di daerah-daerah, kerja sama dengan teman-teman dari @Penyala. Akhirnya saya membawa total 10 buah buku, sekalian sedikit bersih-bersih lemari di rumah juga.

Acara paling berkesan adalah knowledge sharing dari mas @oktawiguna yang juga mengelola situs bukunya, tentang tips-tips untuk membuat resensi online. Sebagai salah seorang anggota BBI, pastinya saya mencatat beberapa tips yang sangat berguna itu. Berikut beberapa di antaranya:

1. Sinopsis tidak sama dengan resensi.

2. Beberapa elemen penting dalam resensi: penokohan (karakternya siapa aja? apa yang menarik?); alur cerita (flashback? alur lurus? atau maju-mundur?); plot cerita (sinopsis singkat, hindari spoiler!); dan sudut pandang (siapa naratornya? menggunakan sudut pandang orang pertama? atau orang ketiga? apa yang membedakan dari buku sejenis?)

3. Jangan klise! Hindari komentar yang terlalu umum seperti: “Karakternya sangat hidup”, atau “Saya menangis semalaman membaca buku ini”. Justru, ambil kutipan singkat dari dalam buku yang menggambarkan pendapat kita tentang hal-hal tertentu. Kalau karakternya unik, ambil cuplikan adegan yang memperlihatkan di mana uniknya karakter tersebut.

4. Do your homework: Research! Cari background resensi yang menarik, fakta unik atau hal-hal yang tidak diketahui orang banyak. Misalnya, saat meresensi Twilight, tulis sedikit sejarah singkat vampir di dunia literatur, dan perkembangannya dari Vlad Dracula sampai Edward Cullen. Cari hal-hal yang akan menarik perhatian pembaca.

5. Sertakan elemen pendukung: bahas dari segi cover, terjemahan, editing, ukuran font, juga info-info tambahan seperti apakah buku ini termasuk bestseller? Atau mendapat penghargaan tertentu?

6. Biasakan sertakan info lengkap buku tersebut (judul, cetakan keberapa, penerbit, penulis, jumlah halaman, bahkan harga buku). Untuk resensi online, disarankan minimal 2000 karakter (jangan terlalu pendek, tapi jangan kepanjangan juga), dan kalau bisa dibuat judul yang menarik (jangan selalu menggunakan judul buku sebagai judul resensi).

Buat saya, tips-tips di atas sangat berguna, apalagi untuk memperbaiki teknik penulisan resensi di blog ini. Meski sebetulnya lebih seru kalo sesi ini sedikit diperpanjang, ditambah “studi kasus” membedah contoh resensi, hehehe tapi mungkin waktunya emang terbatas, lagipula nggak semua juga seantusias itu dengerin sesi resensi (pengennya langsung bookswap atau kuis aja hahaha) Jadi terpaksa puas-puasin dulu deh kemarin…Meski setelah selesai acara, saya dan @althesia sempet ngobrol-ngobrol singkat sama mas @oktawiguna dan rencananya sihhh mau bikin ketemuan gitu dehhh sama BBI, yeayyy mungkin bisa dibahas lebih mendetail masalah peresensian ini yak! Oiya, kalau menurut mas Okta, kelemahan resensi saya adalah masih terlalu pendek. Hihihi, keliatan banget ya malesnya saya research. Selama ini memang saya lebih sering membuat resensi dengan mengedepankan personal touch sih, jadi lebih ke pendapat pribadi saya tentang buku tersebut. Sangat jarang saya memasukkan latar belakang suatu buku, karena saya sendiri termasuk tipe orang yang kalau baca resensi maunya langsung to the point aja, nggak mau terlalu banyak perintilan karna capek bacanya. Tapi anyway, thanks masukannya mas, definitely akan ditampung =)

Secara keseluruhan acara kemarin sangat menyenangkan. Ketemu beberapa temen baru, dan akhirnya melihat secara langsung temen-temen BBI yang selama ini hanya tau nama twitternya doang, hihi…Selain itu sempet dengerin juga bincang-bincang soal dunia buku dan penerbitan yang di-share oleh mbak @hetih selaku editor Gramedia dan mas @WisnuDon yang mewakili marcom (eh iya bukan ya? sori kalo salah hehe). Dua-duanya ternyata sangat rajin tersenyum, padahal kebayang tiap hari harus nanggapin ratusan mention yang masuk. Salut sama @Gramedia yang sudah sukses menjadi salah satu contoh akun penerbit lokal yang selalu responsif terhadap kebutuhan followernya.

Ditunggu acara-acara selanjutnya ya! =)

Image

@oktawiguna, @hetih, @althesia, and me @pippopu!

ps: setelah membawa 10 buah buku ke acara ini, entah mengapa pulangnya malah membawa 5 buku baru: 2 buku beli di diskonan KG Fair, 1 buku hadiah goodie bag acara gathering, dan 2 lagi hasil berjuang di bookswap. Cukup sekian deh niat untuk bersihin lemari buku! =p

Advertisements