Tags

, , ,

Judul: The Sherlockian

Penulis: Graham Moore

Penerbit: Twelve, Hachette Book Group (2010)

Halaman:350 p

Beli di: Kinokuniya Plaza Senayan (IDR 168k)

Salah satu moment paling shocking bagi dunia literatur misteri adalah ketika Arthur Conan Doyle memutuskan untuk membuat karakter yang dicintai sejuta umat, Sherlock Holmes, tewas dalam bukunya. Dunia berduka, banyak cacian yang diterima oleh Conan Doyle. Namun, dunia kembali dikejutkan oleh sang penulis saat tiba-tiba, 8 tahun kemudian, ia menghidupkan kembali karakter Holmes dalam buku terbarunya.

Sebenarnya, apa yang terjadi dalam kurun waktu 8 tahun itu, terutama bulan-bulan terakhir sebelum Holmes hidup kembali? Sayangnya hal ini tetap menjadi misteri, karena diary Conan Doyle yang mencakup bulan-bulan sebelum kebangkitan Holmes, hilang tanpa jejak, menyisakan pertanyaan yang tak terjawab bagi seluruh penggemar Holmes, yang lebih dikenal sebagai Sherlockian.

Akhirnya berita mengejutkan muncul saat salah seorang anggota Baker Street Irregulars, kelompok Sherlockian yang paling eksklusif, mengaku menemukan diary tersebut, dan berjanji akan melakukan presentasi khusus tentang isi buku harian yang ingin diketahui banyak orang. Namun, sebelum tanggal yang ditetapkan, tubuhnya diketemukan tak bernyawa. Dunia Sherlockian heboh, masing-masing memiliki teori dan melakukan deduksi ala Sherlock Holmes sambil berlomba-lomba memecahkan misteri ini. Tak terkecuali anggota terbaru Baker Street Irregulars, Harold White, yang bertekad akan menuntaskan kasus tersebut.

Maka dimulailah penyelidikan Harold, menelusuri petunjuk demi petunjuk dan menantang dirinya melakukan deduksi yang tak kalah cemerlang dari Sherlock Holmes. Serunya, Graham Moore meramu cerita misteri ini secara unik, dengan memasukkan kisah yang terjadi pada Conan Doyle seratus tahun sebelumnya. Misteri pun sedikit demi sedikit terkuak, baik di era Conan Doyle maupun penyelidikan Harold, menyisakan penyelesaian akhir yang cantik.

Buku ini sangat-sangat recommended untuk para Sherlockian di luar sana. Intriguing, dengan alur cerita maju mundur yang bikin penasaran, penokohan yang lumayan mengena, terutama untuk karakter Conan Doyle yang dibuat sangat manusiawi, dengan sidekick-nya, Watson-nya, yang kebetulan adalah Bram Stoker, si penulis Drakula yang memang merupakan sahabat Conan Doyle. Dan walaupun tokoh Sherlock Holmes yang terkenal itu tidak muncul secara langsung di buku ini, namun auranya terasa di mana-mana. Inilah yang membuat The Sherlockian berbeda dari kebanyakan kisah-kisah lanjutan Holmes di luar sana.

Meski aku bukan penggemar berat Sherlock Holmes, ternyata aku sangat menikmati buku ini. This is a truly enjoyable read for mystery lovers, whether you are a Sherlockian or not. Dan aku jadi lebih mengenal sosok di balik Sherlock Holmes yang terkenal, betapa Arthur Conan Doyle ternyata membenci Holmes yang telah menghancurkan hidupnya. Menarik banget. Historical fiction yang diramu kisah misteri seperti ini kayaknya jarang beredar deh. Dan sebagai penggemar berat Agatha Christie dengan Hercule Poirot nya, aku berharap akan ada cerita sejenis suatu hari nanti yang melibatkan si detektif berkepala telur dan penciptanya yang luar biasa =)

ps: Covernya lucuuuuuuu =)