Tags

, , , , ,

Judul: Dunsa

Penulis: Vinca Callista

Penerbit: Atria (2011)

Halaman:453 p

Preorder di sini (IDR 63k)

Merphilia Dunsa adalah seorang gadis 17 tahun yang cantik. Ia tinggal berdua dengan bibinya, Bruzila Bertin di Tirai Banir yang sepi. Selama hidupnya, Merphilia yang biasa disapa Phi hanya mengenal bibinya seorang. Sampai di hari ulang tahunnya, masa lalunya yang misterius tiba-tiba terkuak di hadapannya.

Ternyata Phi adalah anak kandung Ratu Veruna alias si Ratu Merah, penyihir jahat yang belasan tahun lalu memorak porandakan seisi Prutopian. Meski sudah dibunuh, ternyata dengan kekuatan sihir, Ratu Veruna kini dibangkitkan kembali oleh seseorang yang misterius, dan menuai teror di dunia Prutopian. Menurut Kitab Kahrama, yang dapat memusnahkan Ratu Merah untuk selamanya adalah Merphilia Dunsa, keturunan langsung si Ratu Merah.

Maka dimulailah kisah petualangan Phi dalam menunaikan tugasnya. Dengan segala cara ia berusaha membantu Naraniscala, kerajaan tempatnya tinggal, untuk melawan Ratu Veruna. Termasuk berkelana hingga ke pulau terpencil bekas daerah kekuasaan sang ratu dahulu berdiri. Bertemu dengan makhluk dan monster yang selama ini hanya dibacanya di buku, sambil berusaha mengetahui siapa otak jahat di balik kekacauan ini. Dunia Merphilia semakin jungkir balik saat ia bertemu dengan Pangeran Skandar, anggota kerajaan Naraniscala yang merebut hatinya.

Untuk sebuah karya fantasi anak bangsa, plus penulisnya pun masih sangat muda (kelahiran 1989! Wow! Membuatku langsung merasa seperti relik jaman kuno, haha), Dunsa merupakan angin segar dalam dunia literatur Indonesia, khususnya di genre fantasi-remaja. Premisnya menarik, dan yang membuatku kagum adalah imajinasinya yang seperti tumpah ruah dengan leluasa menggambarkan dunia Prutopian serta makhluk-makhluk di dalamnya. Dilengkapi dengan peta dan silsilah kerajaan yang dibuat dengan cukup teliti, aku mengacungkan dua jempol untuk Vinca Callista =)

Namun masih ada juga yang bisa dijadikan masukan untuk karya-karya selanjutnya: gaya bertutur yang kadang masih terlalu “polos”, kurang diramu dengan lebih menggelitik; dan jalan cerita yang terkadang masih terburu-buru, mungkin adalalah beberapa di antaranya. Oh ya, sisi romance antara Merphilia dan Pangeran Skandar pun terasa agak kurang sreg buatku (tapi ini bisa jadi nggak objektif karena faktor umurku cukup berpengaruh, hahaha!). Semuanya dirangkai dengan terlalu sempurna, konflik yang sempat muncul juga diselesaikan dengan seadanya saja, kurang menambah bobot penasaran dari pembaca. Mungkin akan bagus kalau karakter utama dieksplor lebih dalam dan dibuat sedikit lebih membumi, tidak flawless seperti Phi dan Skandar yang luar biasa hebat dalam segala hal =)

Bagaimanapun, Dunsa tetap merupakan titik cerah di dunia perbukuan Indonesia. Terlebih, rasanya masih banyak lho yang bisa digali dari dunia Prutopian yang menarik ini. Mungkin sang penulis ingin membuatnya jadi serial? Kalau memang iya, saya mau request: tolong jadikan Pangeran Wavi karakter utamanya ya. Sepertinya untuk ukuran tokoh yang menyenangkan seperti dia, kisah di buku ini sangat tidak berpihak padanya =) I sent my sympathy for him!

ps: jangan lupa baca di bagian belakang buku yaaa, ada namaku di ucapan terima kasihnya, kenang-kenangan karena preorder buku ini *wink* numpang eksis sesekali laaaah! =D