Tags

, , , , , , ,

Judul: The Queen Must Die – Gadis Penjelajah Waktu

Penulis: K.A.S. Quinn

Penerbit: Metamind (2011)

Halaman:330 p

Beli di: Gramedia Taman Anggrek (IDR 42k)

Katie Berger-Jones-Burg adalah anak perempuan yang tinggal di kota New York. Hidupnya sedikit menyedihkan, bukan hanya karena ia anak tunggal dan merasa tidak belong di manapun, tetapi terutama karena kelakuan ibunya yang senang gonta-ganti pasangan (bahkan menikah hingga tiga kali dan menambahkan nama belakang suami-suaminya di belakang nama Katie!), dan ayahnya yang nyaris tidak pernah ada.

Hidup yang sepi inilah yang membuat Katie senang menekuni buku-buku di perpustakaan rahasianya di kolong tempat tidur. Sampai suatu hari, saat sedang membaca buku berisi surat-surat anak perempuan Ratu Victoria, Katie tiba-tiba terdampar ke Istana Buckingham di London, di era pemerintahan Ratu Victoria.

Belum hilang kagetnya, Katie tanpa sadar sudah masuk ke petualangan berbahaya bersama teman-teman barunya, Puteri Alice, anak perempuan Sang Ratu, dan James, anak laki-laki dokter kerajaan. Bersama-sama mereka menyelidiki berbagai peristiwa aneh yang mengancam kelangsungan pemerintahan Ratu Victoria. Para penyusup misterius, lorong rahasia di istana, dan konspirasi busuk melawan istana, adalah beberapa hal yang  menahan Katie di tahun 1851 dan mencegahnya kembali ke masa depan. Belum lagi masalah yang lebih besar di balik itu semua: penglihatan Katie tentang bencana yang menimpa Ratu Victoria, munculnya makhluk misterius bukan manusia, dan peran Katie sendiri yang membuatnya dikejar berbagai pihak.

Membaca buku fiksi Young Adult bertema sejarah sebenarnya cukup menyenangkan. Tidak seberat historical fiction untuk dewasa, tetapi masih mengandung hal-hal yang menarik untuk ditelusuri, seperti fakta kalau Ratu Victoria memiliki banyak anak tapi bukan sosok keibuan, cintanya yang mendalam terhadap Pangeran Albert, dan seluk-beluk istana di masa lalu. Namun, mungkin karena target pembacanya adalah remaja, buku jenis ini kerap kali mengesampingkan beberapa fakta akurat, seperti tahun yang dipakai dan kesan betapa mudahnya Katie dan James keluar masuk kamar Puteri Alice, yang sepertinya cukup mustahil terjadi di dunia nyata.

Selain itu, sebenarnya terdamparnya Katie ke masa lalu sudah merupakan premis yang cukup menarik, ditambah embel-embel konspirasi menjatuhkan sang Ratu. Rasanya tema lain (seperti adanya makhluk misterius yang mengejar-ngejar Katie) terlalu dipaksakan untuk masuk ke buku yang sedemikian ringan. Memang rencananya buku ini akan dibuat menjadi trilogi, sehingga mungkin tema-tema tersebut akan dikupas lebih dalam di buku selanjutnya. Namun tetap saja transisi menuju buku kedua tidak dieksekusi dengan mulus di buku pertama ini.

Oh well, bagaimanapun, genre yang masih agak jarang seperti ini tetap cukup menghibur. Dan covernya super duper lucu! Meskipun judul Indonesianya agak janggal juga disandingkan dengan judul asli/utamanya.