Tags

, , , , , ,

Judul: Dataran Tortilla

Penulis: John Steinbeck

Penerbit: Pustaka Jaya (1976)

Halaman:265 p

Beli di: Gramediashop.com (IDR 31,500)

Dataran Tortilla bercerita tentang sekelompok laki-laki kaum Paisanos (yang memiliki darah campuran Spanyol, Meksiko, Indian dan Kaukasia) yang hidup di kampung nelayan miskin di California awal tahun 1900-an. Tokoh utamanya adalah Danny, laki-laki easy going dan sangat disukai teman-temannya. Danny yang murah hati tiba-tiba mendapat rejeki warisan rumah dari kakeknya. Hal ini, meski menggembirakan karena menaikkan derajatnya di hadapan seluruh penduduk Dataran Tortilla, ternyata membawa masalah-masalah baru dalam hidupnya yang sederhana.

Berbagai kejadian akhirnya menyebabkan Danny mengajak teman-temannya tinggal bersama di rumah warisannya itu. Ada Pilon yang cerdas, Pablo yang polos, Jesus Maria yang baik hati, si Bajak Laut yang naif dan Joe Portugis yang bodoh. Bersama-sama mereka mengalami petualangan, mulai dari mencari harta karun gaib sampai mengelabui Tortelli, pemilik rumah minum yang pelit setengah mati. Meski hari-hari mereka dilalui kebanyakan dengan minum-minum, mabuk berat sampai berkelahi, dan bermain perempuan, namun di sela-sela itu berbagai percakapan mengenai kebudayaan, kondisi sosial dan moral pun mengemuka, kadang dengan polos ditingkahi kelucuan Danny dan kawan-kawan, namun tak jarang disampaikan Steinbeck dengan nada sedih menjurus ironis.

Steinbeck adalah salah satu penulis legendaris yang karya-karyanya belum sempat kubaca hingga saat ini. Gaya penceritaannya yang mengalir, humor yang khas dan kritik sosial yang tajam membuat ceritanya yang sederhana terasa begitu mengena. Djokolelono, sang penerjemah pun berhasil membawa aura Steinbeck hingga buku ini secara keseluruhan tetap bisa dinikmati. Rindu rasanya membaca buku-buku klasik yang tidak pretensius seperti ini, yang banyak diterbitkan oleh Pustaka Jaya di masa lalu. Syukurlah kini buku-buku Pustaka Jaya bisa dibeli di sini, dengan diskon 30% pula!

Selain bisa menikmati buku-buku bagus dan bermutu, kita juga sekalian bisa ikut dalam gerakan #savePustakaJaya yang digagas di sini. Kapan lagi bisa membantu menyelamatkan salah satu warisan sastra Indonesia yang paling berharga? =)