Tags

, , , , ,

Judul: Pope Joan

Penulis: Donna Woolfolk Cross

Penerbit: Serambi (2007)

Halaman:736 p

Beli di: Pesta Buku Jakarta 2011 (IDR 17k, bargain price!)

Legenda, seperti halnya mitos, memiliki batas yang amat tipis dengan fakta dan sejarah. Itulah yang membuat historical fiction begitu menyenangkan untuk dibaca. Tak kecuali dengan sosok Pope Joan, yang merupakan legenda (atau sejarah??) mengenai satu-satunya Paus perempuan yang pernah ada.

Joan dilahirkan di abad ke-9, ayahnya seorang kanon yang sangat kolot, dan ibunya adalah perempuan Saxon yang masih percaya (meski sembunyi-sembunyi) terhadap dewa pagannya. Hidup sangat sulit bagi Joan yang sebenarnya sangat cerdas, namun tidak didukung oleh kondisi saat itu yang menganggap perempuan sebagai kaum kelas dua, bahkan dikucilkan bila memiliki hasrat belajar tinggi seperti Joan.

Jalan yang ditempuh Joan akhirnya membawanya pergi dari rumah, untuk mengejar cita-citanya yang saat itu sepertinya mustahil untuk dicapai: menjadi seorang akademisi perempuan. Namun, nasib berbicara lain saat kakak laki-lakinya meninggal, dan suatu ide cemerlang terbersit di kepala Joan. Ia mengambil identitas kakaknya dan nekat masuk ke pertapaan sebagai Bruder John Anglicus. Di sanalah segalanya berawal, Joan serasa memiliki kesempatan kedua saat sebagai laki-laki, bakat dan kemampuannya justru dikagumi, bahkan membawanya hingga ke Roma. Di sanalah Joan berkenalan dengan dunia politik dan agama yang keras. Sampai di satu titik ia berhasil menjabat sebagai Paus, posisi tertinggi di dunia Kristen Barat, meski hanya dua tahun.

Yang menarik dari buku ini, selain ceritanya yang kontroversial, adalah sosok Joan sendiri yang sangat-sangat humanis. Di tengah ambisinya untuk terus belajar, Joan tidak dapat mengingkari takdirnya sebagai seorang perempuan, yang bertemu dengan laki-laki yang dicintainya. Hal inilah yang melembutkan cerita secara keseluruhan, karena sesungguhnya latar belakang kisah ini cukup kelam, terutama saat menggambarkan kekejaman bangsa Viking, kekasaran kaum laki-laki terhadap perempuan, bahkan sejarah gelap dari agama Kristen yang ternyata penuh intrik politik dan kekerasan.

Secara keseluruhan, buku yang sangat berbau feminisme ini masih enak untuk diikuti, apalagi bagi penggemar fiksi sejarah. Ow, dan ternyata Pope Joan pun sudah difilmkan tahun 2009 kemarin, dengan sang penulis novel sebagai salah satu penulis skenarionya. Interesting!

 

Advertisements