Tags

, , , ,

Judul: The Magicians

Penulis: Lev Grossman

Penerbit: Plume (2009)

Halaman:516 p

Pinjam dari Dini

Setelah Harry Potter, susah memang mencari buku fantasi yang sepadan dan bisa mengobati rasa kangen. Meski jumlahnya luar biasa banyak, kebanyakan novel fantasi sekarang hanya copy paste sana-sini dari ramuan jenius JK Rowling. Tak terkecuali The Magicians.

Quentin Coldwater bosan dengan hidupnya di Brooklyn- sebagai salah satu murid terpintar di sekolah, Quentin merasa tidak yakin dengan pilihan masa depannya. Hiburannya, selain mempelajari sulap (dan cukup ahli di bidang tersebut), adalah membaca buku fantasi kuno yang bercerita tentang Fillory, negeri antah berantah yang menyerupai Narnia-nya CS Lewis.

Suatu hari, hidup Quentin berubah saat tiba-tiba ia direkrut oleh sebuah sekolah sihir yang sangat eksklusif di New York bernama Brakebills College. Di sanalah Quentin bertemu dengan banyak anak-anak berbakat yang memiliki beragam kemampuan sihir. Berbagai persoalan muncul di sini, termasuk kesulitannya beradaptasi, insiden sihir yang kocak namun berbahaya, sampai persahabatannya dengan Eliot, Alice, Janet dan Josh. Mereka tumbuh dewasa bersama di suatu dunia aneh yang tidak diketahui oleh dunia luar.

Cerita terus berlanjut sampai Quentin lulus dari sekolah dan berusaha mencari tujuan hidupnya. Apakah sihir menjadikan hidupnya lebih mudah, atau justru membuat segalanya kurang menantang? Ketika rasa bosan kembali melanda hidup Quentin, kesempatan datang padanya saat salah seorang temannya di Brakebills menemukan cara ajaib untuk pergi ke Fillory. Apakah Fillory benar-benar ada?

Buku ini premisnya memang cukup menarik. Sekolah sihir dan dunia ajaib, namun dikemas dalam nuansa yang lebih dark, dengan target pembaca dewasa. Bayangkan Harry, Ron dan Hermione dalam usia dua puluhan, tinggal di Manhattan dan bingung dengan masa depan mereka. Interesting, kan?

Sayangnya, Lev Grossman menciptakan karakter-karakter yang sangat tidak menyenangkan. Quentin sama sekali tidak likable, susah untuk bersimpati dengannya. Karakter yang humanis memang perlu, dan growing up with gritty details disajikan dengan baik oleh Grossman. Namun bukan berarti karakter yang humanis tidak bisa disukai kan? Buktinya Harry yang meskipun tidak flawless, tapi masih tetap likable. Beberapa humor sindiran Grossman tentang dunia Hogwarts sebenarnya lucu juga, tetapi banyak segmen yang terkesan comotan dari buku ciptaan JK Rowlings itu. Belum lagi Fillory yang sangat-sangat kental nuansa Narnia-nya.

Mungkin karena itu juga di endorsement buku ini banyak yang menyebutkan kalau The Magicians sangat tepat bagi penggemar Harpot dan Narnia yang sudah dewasa. Well..aku penggemar kedua serial itu, tapi kok kurang sreg sama buku ini ya?? Apa karena emang segmen dewasanya nggak masuk buatku? (atau memang belum dewasa secara selera buku, hahaha, ngaku aja deh!)

Anyway, buku ini sudah terbit kelanjutannya yang berjudul The Magician King, dan dijadikan salah satu buku terbaik Amazon bulan Agustus kemarin. Antara penasaran tapi sedikit malas juga melanjutkan petualangan Quentin berikutnya ini.