Tags

, , , , ,

Judul: The Alchemist and The Angel

Penulis: Joanne Owen

Penerbit: Ufuk Publishing House (2011)

Halaman:360 p

Beli di: Pesta Buku Jakarta 2011 (IDR 59900, disc. 40%)

Ketika melihat cover buku ini, timbul ketertarikan tersendiri. Campuran misteri dan kisah gothic tergambar di sana. Baca sinopsisnya pun semakin menguatkan keyakinan kalau ini adalah buku yang seru. Jadi, ketika di Pesta Buku Jakarta kemarin Ufuk menggelar diskon besar untuk buku-buku barunya, tanpa pikir panjang, langsung aku lahap. Hup!

Ternyata…hmmm..bukunya biasa aja. Ramuannya padahal sudah oke. Terjemahan lumayan bagus, ide cukup orisinil, setting cerita keren. Tapi entah kenapa, kok kurang menggigit ya?

Ceritanya berkisar pada kehidupan seorang anak lelaki bernama Jan, yang orangtuanya meninggal akibat wabah pes. Jan kemudian tinggal bersama pamannya, Gustav Grausam, seorang ahli alkemi yang terkenal di Vienna. Suatu hari, Gustav mengangkat Jan sebagai murid dan asistennya. Bersama-sama mereka berusaha menyingkap rahasia untuk mengembalikan kehidupan. Sayang, belum selesai proyek besar tersebut, Gustav mendadak meninggal dunia. Jan pun dibawa oleh bibinya ke Praha, dan di sana petualangannya berlanjut. Sementara bibinya berusaha keras mendekati Kaisar Rudolf yang terkenal dengan Lemari Benda-Benda Anehnya, Jan justru mendapat pertolongan dari seorang gadis misterius bersama Zuzana. Apakah Zuzana dapat membantu Jan menyelesaikan proyek Gustav yang tertunda?

Sebenarnya setting Praha di tahun 1583 sangat menarik. Situasi kemiskinan yang parah dan wabah penyakit pes yang merajalela tergambarkan dengan baik, sangat kontras dengan kaum aristokrat kerajaan yang kaya raya dan senang berfoya-foya. Kegemaran sang Raja terhadap ilmu alkemi juga sangat pas dengan jalinan cerita yang terbentuk. Sayangnya, konflik yang dihadirkan terasa setengah-setengah. Misterinya pun terkuak secara kurang menyeluruh, dan penyelesaian yang tiba-tiba terasa sedikit menipu pembaca yang sudah berharap banyak.

Yang menarik dari buku ini adalah konsep selingan berupa cerita pendek serta mitos yang disajikan secara menarik. Banyak di antaranya yang juga sudah kita kenal melalui buku-buku lain termasuk Harry Potter, seperti kisah tentang basilisk dan mandrake. Justru kadang kisah-kisah pendek ini yang terasa lebih menarik dibandingkan cerita buku keseluruhan. Mau dikatakan fiksi sejarah, ceritanya terlalu ringan. Perpaduan fantasinya pun terasa nanggung. Cukup disayangkan memang..

Advertisements