Tags

, , , ,

Judul: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Penulis: Jostein Gaarder & Klaus Hagerup

Penerbit: Mizan (2011)

Halaman:282 p

Beli di: Bukukita.com (IDR 33,150)

Nils dan Berit Boyum adalah dua orang saudara sepupu yang tinggal di kota berbeda di Norwegia. Petualangan mereka dimulai ketika mereka memutuskan untuk saling menulis kabar melalui buku surat. Kehadiran seorang perempuan misterius bernama Bibbi Bokken di kota kecil tempat tinggal Berit, ternyata berbuntut panjang, terutama dengan adanya desas-desus mengenai perpustakaan ajaib milik Bibbi Bokken yang tersembunyi di suatu tempat.

Misteri bertambah dengan kemunculan tokoh-tokoh yang sepertinya hendak mencegah Berit dan Nils untuk menemukan perpustakaan itu. Belum lagi isu tentang buku yang baru akan terbit tahun depan. Membingungkan namun sekaligus membuat penasaran.

Yang istimewa dari buku ini, tentu karena model surat-menyurat yang mendominasi lebih dari separuh isi buku. Sepertinya ini adalah salah satu kepiawaian Jostein Gaarder, menyelipkan surat-surat dalam buku-bukunya. Tema yang lebih ringan juga merupakan selingan menyenangkan dari kebanyakan buku Jostein yang hampir selalu bertema filosofis.

Hal lain yang menarik dari buku ini adalah banyaknya pengetahuan tentang buku yang bisa kita dapatkan, mulai dari sistem katalog yang diciptakan Dewey, istilah tentang buku langka, juga sekelebat pembahasan tentang buku-buku anak karangan Astrid Lindgren, cerita tentang Pooh si Beruang, serta buku karangan Roald Dahl. Sentuhan ini terasa sangat menyenangkan karena membuat kita merasa terhubung dengan Nils dan Berit.

Awalnya agak bingung juga memisahkan karakter Nils dan Berit, apalagi karena nama mereka bukan merupakan nama yang umum. Begitu pula tentang nama-nama tempat dan karakter yang berlatar belakang Norwegia. Pertama-tama memang terasa sulit untuk masuk ke dalam buku ini. Namun setelah beberapa surat dari Nils dan Berit, mau tidak mau aku jadi jatuh cinta dengan karakter mereka: Nils yang iseng dan kekanakan, dan Berit yang tangguh dan penuh ingin tahu.

Highly recommended untuk para penggemar Jostein Gaarner, atau mereka yang ingin mengenal karyanya.Apalagi buku ini sekarang diterbitkan ulang oleh Mizan dengan edisi yang lebih keren, dari mulai cover hingga terjemahannya. Aku tidak menyesal membeli lagi buku ini, setelah cukup kecewa membaca edisi pendahulunya yang terjemahannya sangat tidak enak dibaca. Kuddos untuk Mizan!

ps: Tadinya review ini dibuat dalam rangka lomba review GaarderFest yang dibuat oleh bukunya, tapi apa daya kesibukan pekerjaan membuat rencana itu gagal total =D well, at least sekarang harus bayar hutang review yang sudah semakin menumpuk! =)