Tags

, , , ,

Judul: Jellicoe Road

Penulis: Melina Marchetta

Penerbit: Harperteen (2010)

Halaman:419 p

Beli di: Kinokuniya Grand Indonesia (IDR 104k, disc 20%)

Ketika berusia 11 tahun, Taylor Markham ditinggalkan oleh ibunya yang pencandu narkoba di toko Seven Eleven di Jellioce Road. Tak lama kemudian, seorang perempuan muda bernama Hannah membawanya pergi ke Jellicoe School. Sejak saat itu, Taylor bersekolah di sana dan tinggal di asrama Jellicoe School. Hannah adalah satu-satunya orang dewasa yang ia percaya, karena ibunya menghilang entah ke mana, dan ia tak pernah mengenal ayahnya.

Kini, enam tahun kemudian, Taylor diangkat menjadi ketua geng underground di Jellicoe School. Kelompok underground sekolah mereka telah berperang semenjak bertahun-tahun yang lalu melawan the Townies (anak-anak penghuni kota) dan the Cadets (anak-anak yang setiap tahunnya menghabiskan beberapa bulan di kamp militer dekat sekolah mereka). Di perang tersebut, mereka memperebutkan wilayah dan properti dengan berbagai aturan yang rumit. Tak jarang diselingi pemukulan, penculikan dan negosiasi yang alot.

Tak hanya harus menghadapi kekejaman Santangelo (pemimpin the Townies) dan Jonah Griggs (pemimpin the Cadets), Taylor masih harus adu licik dengan beberapa anak sekolahnya yang ingin melancarkan kudeta dan menjatuhkannya dari puncak kepemimpinan. Belum lagi, ia harus mengurusi anak-anak di asramanya yang merupakan gadis-gadis muda berusia 13 hingga 16 tahun. Yang mendukungnya hanyalah dua teman baiknya, Ben dan Raffaela yang selalu setia dan percaya kepadanya.

Kerumitan hidup Taylor bertambah saat Hannah, orang yang sudah dia anggap menjadi pengganti ibunya, tiba-tiba menghilang. Satu-satunya yang Taylor miliki sebagai petunjuk adalah manuskrip dari novel yang ditulis Hannah. Manuskrip itu bercerita tentang persahabatan 5 orang anak Jellicoe School, Townie, dan Cadet: Webb, Narnie, Tate, Fitz dan Jude. Persahabatan mereka terasa begitu nyata bagi Taylor, meski dilatarbelakangi oleh tragedi yang menyedihkan.

Sedikit demi sedikit, Taylor menemukan bahwa cerita Hannah berhubungan erat dengan masa lalunya. Apakah ia bisa menemukan Hannah melalui cerita dalam manuskrip itu? Tak disangka, kejadian ini malah menciptakan persahabatan baru dengan Santangelo dan Griggs, dan mempersatukan ketiga kelompok yang sudah bermusuhan sejak dulu kala.

Aku sudah penasaran dengan buku ini setelah membaca review di sini. Apakah benar sebagus itu?

Well..menurutku, buku ini layak masuk kategori salah satu buku terbaik Young Adult. Moving and beautifully written, this book has mesmerized me since the first pages. Awalnya memang terasa membingungkan. Alurnya intens dan rumit. Tapi makin ke belakang, aku makin jatuh cinta dengan setiap karakternya, termasuk karakter yang ada di manuskrip Hannah (are they even real?). Meski ada beberapa adegan dan pemecahan masalah yang bisa ketebak di sana-sini, Melina Marchetta menunjukkan kepiawaiannya dalam genre ini dengan bahasa yang begitu indah, namun tetap bisa diterima tanpa kesan pretensius. Oya, buku ini bersetting di Australia, dan sedikit menyegarkan juga membaca buku non-Amerika atau Eropa.

I love this book! I wish I could read more Melina Marchetta’s books. I’m glad I found a gem, in the middle of so many mediocre YA books out there. Yay!

 

Advertisements