Tags

, , ,

Judul: Sarah’s Key

Penulis: Tatiana de Rosnay

Penerbit: St Martin’s Press (2007)

Halaman:317 p

Beli di: Kinokuniya Plaza Senayan (IDR 158k, discount 10%)

Thank you to Kinokuniya gift voucher (which I’ve won from a twitter quiz), I finally bought this book =) Sudah lama sebenarnya penasaran dengan buku ini. Covernya terlihat begitu tempting, soft dengan latar belakang menara Eiffel dan kota Paris yang cantik. Pertama aku sangka buku ini bercerita tentang Paris, kehidupan warga disana berlatar belakang era perang dunia..yaaa senada dengan A Tree Grows in Brooklyn barangkali.

Tapi ternyata, salah besar! Buku yang tampak lembut ini menyimpan cerita kejam tentang Holocaust di negara Perancis. Mungkin banyak yang tidak tahu (termasuk aku!) kalau Perancis pernah ambil bagian dalam kekejaman rencana Nazi lewat peristiwa Vel’ d’Hiv yang fenomenal. Kejadiannya di tanggal 16 Juli 1942, dimana polisi Perancis mengumpulkan ribuan orang Yahudi yang bermukim di Paris, dan mengurung mereka di sebuah stadion tertutup tempat perlombaan sepeda. Kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, yang nantinya akan diangkut ke kamp konsentrasi, untuk akhirnya dibunuh dalam kamar gas.

Nasib menyedihkan inilah yang dialami oleh Sarah Starzynski,  anak perempuan berusia 10 tahun yang tinggal di sebuah apartemen di Paris. Sarah diangkut bersama ayah dan ibunya menuju stadion yang berisi ribuan orang bernasib sama. Namun adik laki-laki Sarah yang tidak mau ikut, sempat disembunyikan oleh Sarah di dalam lemari rahasia di kamar mereka, dan dikunci dari luar. Sarah berjanji untuk kembali ke apartemen segera dan menjemput adik kecilnya.

Apa boleh buat, nasib tidak berpihak pada mereka. Sarah terpaksa berjuang keras untuk bertahan dalam situasi yang sangat mengerikan. Diperlakukan layaknya binatang, dikelilingi oleh orang-orang yang entah meninggal atau sekarat, membuat Sarah tercenung, mengapa begitu menjijikannya menjadi seorang Yahudi di mata orang lain. Apa yang membuatnya berbeda? Dan apakah ia bisa menyelamatkan adiknya?

Enam puluh tahun kemudian, Julia Harmond, jurnalis Amerika yang bermukim di Paris, mendapat tugas untuk menulis artikel tentang peringatan 60 tahun peristiwa Vel’ d’Hiv. Ternyata investigasinya membawanya ke dalam peristiwa yang dialami Sarah, termasuk mengetahui tentang nasib adik laki-lakinya. Julia yang sangat terpengaruh dengan penemuannya, akhirnya malah merenungi kehidupannya sendiri, perannya sebagai orang Amerika yang merantau di Paris, suami dan keluarga suaminya yang sangat Perancis, bahkan hubungannya dengan mertua laki-lakinya, yang ternyata mengetahui banyak hal tentang peristiwa tragis di tahun 1942 tersebut.

Dibandingkan buku lain yang bercerita tentang Holocaust, seperti The Book Thief atau The Boy In The Striped Pajamas, Sarah’s Key masih terasa kurang greget. Jalinan kisahnya memang dibuat lebih kontemporer ketimbang dua buku di atas, sehingga lebih berfokus pada kehidupan Julia di masa kini. Di bagian belakang buku, Tatiana de Rosnay memang berkata ia tidak ingin menulis buku pure historical fiction, sehingga mencari angle lain. Sayangnya, justru angle dari Sarah lah yang lebih menarik dan menggugah. Sudut pandangnya yang polos, kekhawatirannya memikirkan adik laki-lakinya, rasa bersalahnya, semua dipaparkan dengan sangat meyakinkan dan menyentuh.

Namun bagaimanapun, Sarah’s Key adalah sebuah karya yang cukup fenomenal. Bahkan mengubah perspektif kita tentang negara Perancis yang selama ini mengagung-agungkan prinsip kebebasan dan kemerdekaan. Ternyata, ada setitik noda yang tak bisa dihapus dari bangsa ini, dan hal itu ditangkap dengan jeli dalam buku Sarah’s Key.

Advertisements