Tags

, , , , , ,

Judul:Scones and Sensibility

Penulis: Lindsay Eland

Penerbit:Atria (2011)

Halaman:302 p

Free book from Atria =)

Yang membuatku naksir berat sama buku ini pertama kali adalah covernya yang super cute. Warna biru, dengan siluet seorang cewek yang mengendarai sepeda, dan jenis font yang serasi. Ahhh…suka! Makanya, bahagia banget waktu suatu hari yang cerah ditelepon oleh Jia Effendie, peri buku yang baik hati dari Atria, dan menawarkan buku ini sebagai buntelan. Slurpppp =p

Setelah dilahap, ternyata buku ini menimbulkan beberapa reaksi yang berbeda. Ceritanya sendiri manis banget, karena dilatarbelakangi kisah cinta, cewek dua belas tahun yang super romantis, setting toko roti antik dan kota tepi pantai yang cantik. Yang bikin nggak tahan sebenarnya adalah bahasa berbunga-bunga ala Jane Austen yang digunakan oleh si tokoh utama. Maklumlah, ternyata dia penggemar berat karya Ms.Austen, terutama Pride and Prejudice. Jadi, ditahan-tahan aja ya, kalau merasa gemas di pertengahan buku akibat kalimat-kalimat ajaib yang dituturkan oleh sang heroin! =D

Polly Maddasa adalah seorang gadis 12 tahun yang tergila-gila pada kisah romantis klasik seperti Pride and Prejudice atau Anne of Green Gables. Gaya bicaranya sehari-hari pun sudah terpengaruh oleh buku-buku tersebut. Sebenarnya kebiasaannya itu tidak terlalu mengganggu, sampai suatu hari ketika Polly memutuskan akan membaktikan hidupnya untuk mencarikan pasangan cinta sejati bagi orang-orang di sekitarnya.

Ada kakaknya, Clementine yang memiliki pacar yang (menurut Polly) sangat menyebalkan bernama Clint. Tentu saja Clementine layak memperoleh cowok yang lebih baik! Seperti misalnya…pemuda Inggris ganteng yang sedang bekerja di toko mainan di kota mereka! Pasti mereka akan jadi pasangan yang sangat serasi.

Lalu, bagaimana dengan Miss Whiskerton yang tidak pernah menikah karena sibuk mengurus ibunya yang sakit? Juga Mr.Nightquist, pemilik toko layang-layang yang super baik hati dan sudah menduda? Dan yang terpenting, Polly ingin mencarikan perempuan sempurna bagi Mr.Fisk, ayah dari Fran, sahabat karib Polly, yang ditinggal oleh istrinya 3 tahun lalu.Tentunya perempuan itu harus sempurna juga sebagai ibu tiri bagi Fran.

Membaca niat Polly sebenarnya membuat kita bersimpati padanya. She’s a hopeless romantic! Tapi memang menjadi mak comblang itu tidak semudah yang dibayangkan. Berbagai kekacauan ditimbulkan oleh Polly, bahkan hingga sahabat dan kakaknya pun tidak tahan lagi dengannya. Kalau punya adik seperti Polly yang tukang ikut campur, aku pun mungkin tidak akan tahan!

Overall, buku ini cukup menyenangkan. Ringan dan menghibur, meski memang sedikit konyol, terutama dengan bahasa yang super berbunga-bunga itu. Baru tahu juga, ada beberapa buku sejenis yang memplesetkan kisah klasik ke dalam judulnya, seperti Pies & Prejudicedan Much Ado About Anne. Kayaknya lucu juga kalau diterjemahin Atria =p