Tags

, , ,

Judul:How The World Makes Love

Penulis: Franz Wisner

Penerbit: Serambi (2009)

Halaman:496 p

Bought at: Jakarta Book Fair 2010 (IDR 25k, bargain price!)

Melanjutkan petualangannya yang sukses besar di buku pertama, Honeymoon With My Brother, Franz Wisner kembali mencari-cari alasan agar bisa mengemasi ranselnya dan berkeliling dunia. Kali ini, sebagai seorang pecundang cinta yang pernah ditinggalkan calon istri di altar, Franz memutuskan untuk mengambil tema cinta untuk perjalanannya.

Ada tujuh negara yang masuk dalam itinerary Franz, yaitu Brazil, India, Nicaragua, Mesir, Cheko, New Zealand dan Botswana. Semua mewakili budaya yang unik dan berbeda, khususnya dalam hal cinta. Menarik juga untuk mengetahui budaya perjodohan di India, di mana anak-anak muda pasrah dinikahkan dengan pilihan orang tuanya. Sementara di Brazil, para muda-mudi justru terlihat lebih santai, mau mengambil kesempatan dengan siapa saja, dan senang melakukan hal-hal spontan. Latar belakang agama pun menjadi dasar kuat dalam hal percintaan, seperti terlihat di Mesir yang sangat kental dengan budaya Muslim.

Selama perjalanan ini, Franz yang masih ditemani oleh Kurt, adiknya, banyak memperoleh pelajaran tentang cinta. Kadang terasa bertentangan, antara kepasrahan dan pengorbanan atau perjuangan dan keteguhan; tapi semua terasa begitu pas dengan budaya masing-masing. Seiring perjalanannya mengelilingi dunia, Franz juga mencoba kembali untuk mencari cinta sejatinya. Hubungannya dengan seorang perempuan Amerika dengan satu anak, berjalan perlahan sementara terkadang jarak memisahkan mereka ribuan mil.

Sebenarnya buku ini masih terasa menarik untuk dinikmati, meski lebih serius dari buku pertama, dan unsur kejutannya sudah berkurang. Yang justru agak terasa mengganjal adalah kisah cinta asli Franz yang dimasukkan ke tengah-tengah cerita perjalanannya. Kadang terasa sedikit dipaksakan dengan kisah “pencarian cinta” Franz berkeliling dunia. Sayang sebenarnya, karena tanpa kisah cinta tersebut buku ini lebih terasa orisinil, dan bukan sekadar seperti another Hollywood movie.

Oiya. satu lagi yang disayangkan adalah cover buku ini yang agak-agak kurang mengundang, hahaha..Tapi untungnya terjemahannya bagus, jadi kekecewaan bisa terobati =)