Tags

, , ,

Judul:The Journeys

Penulis: Adithya Mulya, Alexander Thian, Farida Susanty, Gama Harjono, Ferdiriva Hamzah, Okke Sepatumerah, Raditya Dika, Trinity, Valiant Budi, Ve Handojo, Windy Ariestanty, Winna Efendy

Penerbit: GagasMedia (2011)

Halaman:243 p

Bought at: Gramedia Central Park (IDR 48,5k)

Membaca cerita tentang traveling selalu menyenangkan. Untuk yang memang senang bertualang, cerita-cerita tersebut bisa dijadikan referensi tempat tujuan liburan berikutnya. Sedangkan yang memang malas keluar rumah, membaca kisah-kisah tentang perjalanan bisa diibaratkan sudah ikut berjalan-jalan bersama para penulisnya.

GagasMedia adalah salah satu penerbit yang memanfaatkan dengan baik selera pembaca yang menggemari cerita traveling. Banyak buku terbitan Gagas yang akhir-akhir ini masuk dalam genre travel, mulai dari tip jalan-jalan murah, kisah hidup di negeri orang, sampai kumpulan tulisan blog para traveler.

Salah satu buku terbarunya adalah The Journeys, koleksi cerita tentang perjalanan yang ditulis oleh dua belas orang penulis yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Cerdasnya Gagas adalah menggabungkan antara genre travel yang sedang menjadi favorit, dengan penulis-penulis masa kini yang sedang naik daun. Mungkin, yang tidak terlalu ngefans dengan cerita traveling pun bisa tertarik dengan buku ini hanya dengan melihat covernya yang keren dan daftar penulisnya yang menggoda. Siapa yang tidak tahu Raditya Dika, Adithya Mulya atau Trinity? Semuanya terkenal di genre masing-masing, tapi yang jelas tulisannya selalu enak untuk dibaca.

Dua belas kisah dalam buku ini sangat bervariasi, mulai dari perjalanan tak terduga bersama mertua ke Amerika, menjelajahi benua Afrika, kisah ibu yang protektif saat melepas anaknya ke Belanda, sampai seluk beluk pedagang di Mekkah. Terkadang angle yang unik lah yang membuat sebuah kisah perjalanan menjadi menarik, meski mungkin tempat yang diceritakan biasa-biasa saja, tidak terlalu istimewa.

Sayangnya, tidak semua penulis mampu melukiskan perjalanannya dengan menarik, dalam artian cukup lucu dan tidak membosankan, tapi masih mengandung pelajaran yang bisa membuat pembaca manggut-manggut, sambil bertekad akan pergi ke tempat yang diceritakan tanpa melakukan kesalahan bodoh yang sama dengan si penulis.

Dari kisah-kisah yang ada, ada beberapa yang menjadi favoritku. “Melipir ke Tel Aviv” tulisan Ve Handojo salah satunya. Lucu, menghibur, tapi tetap bisa menyajikan detail-detail budaya Israel dengan sangat pas. Begitu pula dengan kisah “Karimunjawa-Surga Indonesia” karya Alexander Thian. Kocak banget, jujur tapi nggak berkesan norak. Biarpun sudah baca untuk kedua kalinya, kita tetap bisa dibuat tertawa-tawa sambil membayangkan keindahan salah satu pantai di negeri tercinta.

Serunya kumpulan tulisan seperti ini adalah kita bisa mencicipi hasil karya penulis yang mungkin sebelumnya tidak kita tahu, atau penulis yang karya sebelumnya tidak pernah menarik hati kita. Dan lebih seringnya, justru tulisan karya penulis yang sudah kita incar saat membeli bukunya malah ternyata menimbulkan kesan yang biasa.

Jadi, bersiaplah untuk terkejut, dan jangan kaget kalau kamu langsung pingin berkemas-kemas setelah membaca buku ini. So many great places out there! And so many different experience to share =)


Advertisements