Tags

, ,

Judul:C’est La Vie

Penulis: Fanny Hartanti

Penerbit:Gramedia Pustaka Utama (2008)

Halaman:317 p

Beli di:Gramedia Taman Anggrek (IDR 43,500)

Fanny Hartanti adalah satu lagi mama canggih dari forum The Urban Mama yang juga telah menulis beberapa novel. Aku sendiri belum pernah membaca satu pun novelnya, dan baru kesampaian saat menemukan novel C’est La Vie di Gramedia Taman Anggrek.

Aku bukan termasuk pencinta chicklit atau novel-novel Metropop, tapi ternyata novel ini sangat-sangat berkesan buatku. Gaya bahasanya pas, ringan tapi nggak garing; dan tema yang diangkat begitu dekat dengan keseharian perempuan Indonesia, meski menawarkan perspektif lain yang cukup berbeda, karena berlatar belakang negara Belanda.

Tiga tokoh utama dalam cerita ini adalah Amara, perempuan cantik dengan karier bagus yang mendadak harus membuang semua kehidupannya setelah menikah; Ayu, si kalem asal desa di Yogyakarta yang memiliki falsafah nrimo; dan Karina, perempuan cerdas dan canggih yang memiliki kemauan super keras untuk memperoleh semua yang ia inginkan.

Satu benang merah yang mempersatukan mereka adalah pasangan hidup yang sama-sama berasal dari negeri Belanda. Berbagai pengalaman mereka seputar kehidupan merantau dibahas dalam buku ini. Karier, keluarga, pilihan yang harus dibuat, pengorbanan yang perlu dilakukan, semuanya hadir dalam porsi yang pas. Jalan ceritanya pun lumayan realistis, tidak terlalu fairy tale atau gampang ketebak seperti kebanyakan chicklit lainnya.

Bagaimana Amara harus menyesuaikan egonya semenjak pindah ke Belanda dan memulai semuanya dari nol, Ayu yang berusaha melakukan peranannya sebagai Ibu dan istri yang baik di tengah nasibnya yang beruntung, dan Karina yang berusaha keras untuk dilamar sang pacar yang adalah cowok Belanda.

Yang membuat novel ini lebih menarik untukku pribadi adalah karena karakter di dalamnya, yang tampak familiar karena sempat kutemui selama aku tinggal di negeri kincir itu. Jadi, semuanya terasa lebih natural dan alur ceritanya memang masuk akal.

Senang rasanya menemukan chicklit Indonesia yang berbobot namun tetap menghibur. Dan tidak sabar untuk membaca karya Fanny berikutnya, The Wedding Games, yang akan terbit akhir Desember ini.