Tags

, , ,

Judul:Cheers, UK!

Penulis: Citra Dyah Prastuti

Penerbit:GagasMedia (2010)

Halaman: 347 p

Beli di: Gramedia Paris Van Java (IDR 44,000)

Citra adalah satu lagi teman jurnalis yang berhasil menerbitkan buku dari blognya. Setelah sebelumnya aku sudah mereview Inu dengan serial Pak Beye-nya yang fenomenal, kini giliran buku Citra yang penuh dengan cerita-cerita seru seputar pengalamannya bersekolah di SOAS, London, berbekal beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris.

Kebetulan, saat Citra menempuh petualangannya di Inggris, yaitu tahun 2005-2006, bersamaan waktunya dengan masa-masa kejayaanku sekolah di Belanda. Hehehe…Dan aku adalah salah satu penggemar blognya yang selalu setia membaca postingan terbarunya saat itu (sayangnya, blog tersebut sudah ditutup untuk umum sejak bukunya diterbitkan). Jadi memang cerita-cerita Citra di buku ini terasa sangat relate denganku.

Kebanyakan ceritanya adalah tentang seluk beluk kota London, dan bagaimana menaklukkan kota mahal ini dengan uang beasiswa yang cukup ngepas, tanpa perlu kehilangan suka ria selama di sana. Seru, karena banyak hal-hal baru dan tip menarik seputar tempat-tempat layak kunjung di London, tanpa perlu membuat kita bangkrut. Yang juga menjadi ciri khas Citra adalah gaya bertuturnya yang lancar dan detail, termasuk segala persiapannya setiap kali ingin pelesir. Malah kadang, persiapannya bisa memakan halaman lebih banyak dibanding cerita tentang tempatnya itu sendiri, hahaha…

Tapi yang sedikit terasa hilang adalah gaya bahasa Citra yang asli di blognya, karena telah diedit untuk versi buku. Di blog, Citra lebih bertutur dengan santai, sedikit slengean dan mengalir seperti sedang bicara sehari-hari. Di buku, hal itu sedikit diperhalus (misalnya, mengganti kata “gw” dengan “saya”). Tentu saja hal ini terasa wajar, meski sedikit membuat kangen dengan blog orisinilnya =)

Yang pasti, membaca buku ini pasti membuat siapapun penasaran (dan juga iri!), ingin menginjakkan kaki di London, menonton Phantom of The Opera, menyusuri tepi sungai Thames, naik turun bis dan tube, sampai mengunjungi museum demi museum. Oya, buatku pribadi, membaca buku Citra juga mengingatkan aku lagi dengan masa-masa kuliah di Belanda (apalagi di era yang sama), berusaha menghemat uang dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk jalan-jalan di sela-sela tumpukan tugas dan thesis. Kangen banget! Thank you Citra untuk membuat aku ketawa-tawa sambil sedikit terinspirasi mengumpulkan kepingan cerita selama berada di negeri kompeni. Hmm, setidaknya, kalaupun nggak bisa dijadikan buku, bisa jadi album kenangan untuk anak cucu! =)