Tags

, , , ,

Judul: Wilma Tenderfoot dan Kasus Jantung yang Beku

Penulis: Emma Kennedy

Penerbit:Matahati (2010)

Halaman: 301 p

Beli di: Jakarta Book Fair 2010 (IDR 35,000)

Yang membuat aku tertarik dengan buku ini pertama-tama adalah covernya yang sangat eye catching. Warnanya merah, ditambah dengan gambar kartun yang lucu. Lalu yang kedua, judulnya unik banget. Kasus Jantung yang Beku? Ok, I’ll definitely buy the book!

Dan ternyata, ceritanya memang lucu. Sedikit konyol, tapi dengan nuansa gelap ala Lemony Snicket. Lengkap dengan ironi dan sindirannya, backround dan karakter yang sedikit absurd, serta tokoh utama anak yatim piatu dengan masa lalu misterius. Cukup familiar kan?

Wilma Tenderfoot adalah seorang anak perempuan yang tinggal di Panti Asuhan di Pulau Cooper. Cita-citanya adalah menjadi seorang detektif terkenal, dan obsesinya adalah mencari tahu siapakah orang tuanya, yang meninggalkannya di panti saat ia bayi dulu.

Setelah 10 tahun menunggu dalam penderitaan hidup di panti, akhirnya saat yang dinantikan Wilma tiba juga, yaitu bisa keluar dari panti untuk bekerja di bagian elite pulau tersebut, Farside. Namun keadaan tidak seindah yang dibayangkannya, karena majikan barunya, Mrs.Waldock, ternyata adalah seorang perempuan kejam dan menyebalkan yang selalu memberi Wilma tugas-tugas aneh.

Satu-satunya hal yang menghibur Wilma adalah ketika ia tahu kalau rumah Mrs.Waldock bersebelahan dengan rumah Theodore P.Goodman, detektif paling terkenal di Pulau Cooper yang juga adalah idola Wilma! Kehidupan Wilma semakin berubah seru saat terjadi kasus pembunuhan di Farside, yang melibatkan pencurian batu Katzin yang sangat berharga.

Dengan segala daya upaya, Wilma berusaha keras membuktikan Theodore P. Goodman kalau ia layak dipertimbangkan sebagai anak didik detektif terkenal itu. Tentu saja Wilma lebih banyak membuat kekacauan dibandingkan membantu, tapi justru itulah daya tarik buku ini!

Sepertinya buku ringan yang menghibur ini masih akan terbit beberapa judul lagi, mengingat masalah utamanya (mencari tahu asal usul Wilma), belum terpecahkan di akhir cerita. Semoga saja tetap konsisten diterbitkan oleh Matahati, dengan cover yang tak kalah lucu!