Tags

, , ,

Judul: Hutan Bayangan (Shadow Forest)

Penulis: Matt Haig

Penerbit:Maroon Books (2008)

Halaman: 318 p

Beli di: Gramedia Grand Indonesia (Rp 58000, diskon 30%)

Ini adalah salah satu buku hasil menggerayangi Gramedia Grand Indonesia waktu diskon 30% seluruh toko, beberapa waktu lalu. Nemunya pun tidak sengaja, di antara tumpukan buku anak yang bertebaran nggak karuan di lantai. Penerbitnya tidak terkenal, pengarangnya juga belum pernah dengar, tapi entah kenapa aku tertarik untuk membelinya. Sayang, setelah di-google, nggak ketemu gambar dengan cover versi Indonesia. Jadi terpaksa meminjam gambar buku dengan cover aslinya.

Anyway, kali ini instingku tidak menipu. Matt Haig adalah Neil Gaiman versi lebih santai. Imajinatif, ya. Sarkastik, sedikit. Tapi humor yang agak dark diperhalus dengan sentuhan tokoh utama yang lebih manusiawi dan lovable.Dan yang pasti, ceritanya pun tidak pretensius.

Adalah Samuel Blink, seorang anak laki-laki yang tinggal di Inggris, dipilih menjadi tokoh sentral cerita ini. Ia memiliki adik perempuan, Martha, yang senang bernyanyi meski sebenarnya buta nada, dan kedua orangtua yang gemar bertengkar. Kehidupan berjalan normal bagi Samuel, sampai sebuah kecelakaan mobil mengubah hidupnya.

Kehilangan kedua orangtua mereka, membuat Samuel dan Martha diungsikan ke rumah bibi yang tak pernah mereka kenal, Bibi Eda, yang terletak di Norwegia. Tempat yang sangat menjemukan bagi Samuel, apalagi Martha sepertinya tidak dapat pulih dari kejutan pasca kecelakaan yang menimpa keluarga mereka.

Belum hilang kejengkelan Samuel, datang musibah lain. Martha tiba-tiba menghilang ke dalam Hutan Bayangan, hutan misterius di belakang rumah Bibi Eda. Dan sialnya, Hutan Bayangan bukanlah sembarang hutan, karena di dalamnya tinggal bangsa huldre yang jahat, pixie kebenaran yang licik, keluarga troll yang kejam, dan penyihir yang bisa berubah bentuk. Belum lagi, pemimpin mereka, si Pembuat Perubahan, benar-benar makhluk yang mengerikan.

Bagaimana mungkin Samuel, yang biasa-biasa saja, tidak punya kekuatan super, dan tidak tahu apa-apa tentang makhluk-makhluk tersebut, bisa menyelamatkan adiknya dari hutan itu?

Well, siap-siap saja menerima banyak kejutan. What you see, sometimes is not really what you get.

I do enjoy this book, mungkin karena memang tidak berharap apa-apa. Biasanya kalau kita berharap terlalu tinggi terhadap suatu buku, yang ada akhirnya kita malah kecewa. Jadi, yang terjadi padaku saat membaca buku ini mungkin adalah kebalikannya. Terjemahan yang bagus, cerita seru yang tidak berlebihan, dan gaya tutur Matt Haig yang segar, benar-benar membuatku bersyukur karena telah menemukan buku ini di tengah kekacauan diskon Gramedia dulu itu.

Advertisements