Tags

, , ,

Judul: Good Omens

Penulis: Neil Gaiman & Terry Pratchett

Penerbit:Gramedia Pustaka Utama (2010)

Halaman: 518 p

Beli di: Gramedia Plaza Semanggi (Rp 58000, diskon 10%)

Neil Gaiman adalah salah satu penulis “gila” dengan ide-ide tidak biasa. Terry Pratchett, meski aku belum pernah membaca karyanya, punya reputasi yang sama. Dan apa jadinya kalau kedua penulis nyentrik ini bersatu untuk menulis sebuah novel?

A crazy brilliant book, adalah jawabannya. Siapa lagi yang bisa menulis buku tentang kiamat dengan pendekatan dark comedy yang lucu sekaligus tragis?

Cerita berawal dari ramalan milik penyihir masa lalu, Agnes Nutter, tentang kiamat yang akan terjadi dalam waktu dekat. Ramalan Agnes selalu sangat akurat, tak terkecuali tentang hari di mana dunia akan berakhir. Tanda-tandanya sudah mulai muncul, hujan katak, benua Atlantis yang timbul ke permukaan, serta Anti Kristus yang siap untuk berkuasa.

Kehebohan ala Gaiman diwakili oleh dua malaikat, yang satu bernama Aziraphale, berasal dari surga, dan yang satu lagi sudah diusir ke neraka, Crowley. Keduanya sudah ditugaskan di bumi sejak dulu kala, dan diam-diam suka bekerja sama. Termasuk niat mereka untuk menggagalkan perang antara bala tentara surga dan neraka yang akan terjadi saat kiamat tiba. Bagaimanapun, mereka menyukai bumi dan segala isinya.

Dimulailah intrik-intrik kedua malaikat tersebut, di antara berbagai kekacauan yang terjadi, termasuk Anti Kristus yang salah tempat, penyihir keturunan Agnes Nutter yang punya agenda sendiri, serta Newton Pulsifer, pembasmi penyihir yang selalu saja melakukan kesalahan.

Chaotic, funny and unputtable. Buku setebal 500-an halaman lebih ini benar-benar membuat kecanduan, terutama bagi penggemar Gaiman dan Pratchett; meski joke nya kadang terlalu Inggris, dan tema satirnya agak terlalu berbau agama.

Advertisements