Tags

, , ,

Judul: Cruise on You

Penulis: Margareta Astaman

Penerbit: Atria (2010)

Halaman: 231 p

Beli di: Gramedia Istana Plaza Bandung (Rp 34900, diskon 30%)

Membaca buku ini mengingatkan aku pada sebuah quote dari George Bernard Shaw : “There are two tragedies in life. One is to lose your heart’s desire. The other is to gain it”.

Apa yang akan kamu lakukan kalau punya mimpi yang sangat-sangat diinginkan sejak dahulu kala? Untuk Marella, jawabannya adalah : berusaha dengan segala cara supaya mimpi itu tercapai. Dan segala cara di sini, benar-benar diartikan secara harafiah, alias, semua cara dihalalkan demi menggapai impian tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah…naik kapal pesiar!

Mimpi yang tampak nggak penting itu benar-benar dikejar dengan serius oleh Marella. Dan pucuk dicinta ulam tiba, kesempatan datang saat sebuah majalah elektronik mengadakan kontes foto mesra berhadiah pelesir dengan kapal pesiar mewah di Alaska. Tanpa ragu Marella segera bertindak, bahkan bila itu berarti harus “sedikit” berbohong, dan mengirimkan foto mesranya dengan mantan pacar yang paling menyebalkan, Jonas.

Siapa sangka persoalan malah berbuntut panjang, karena ternyata sebagai pemenang, Marella harus mengambil hadiahnya bersama dengan pasangan yang ada di dalam foto. Maka dimulailah perjuangan panjang Marella menemukan Jonas, sambil menyesali mengapa justru orang yang paling menyebalkan di dunia itu justru menjadi kunci utama dalam meraih impian terbesarnya. Bagaimana cara Marella meyakinkan Jonas untuk membantunya? Well…yang jelas, kita akan tertawa-tawa melihat kenekatan Marella, mulai dari keliling kompleks perumahan mewah sampai menyatroni tukang palsu paspor di Tanah Abang. Seru!

Meski bukan termasuk penggemar berat teenlit dan chicklit, ternyata aku bisa menikmati buku ini. Gaya bahasa yang digunakan Margareta Astaman santai dan mengalir. Dan entah mengapa, karakter Marella menurutku benar-benar lovable, tidak terlalu konyol tapi cukup komikal. Tidak annoying tapi untungnya tidak membosankan. Yah, sedikit mirip dengan tipe karakter-karakter utama di buku Sophie Kinsella. Meski ada beberapa bagian yang cukup aneh (karena tiba-tiba menggunakan sudut pandang orang ketiga setelah sebelumnya menggunakan sudut pandang Marella), tapi bagian ini malah menjadi selingan yang menarik.

Membaca Cruise on You terasa seperti mengunyah popcorn yang renyah. Tidak akan puas sebelum benar-benar habis. Meskipun demikian, buku ini lebih dari sekadar snack yang ringan, karena mengingatkan kita akan mimpi yang kita punya, dan segala konsekuensi yang harus kita lakukan dalam menggapainya. Dan who knows? Mungkin saat mengejar impian itu, kita malah akan berhadapan dengan impian lain yang selama ini tidak kita sadari keberadaannya.