Tags

, , , ,

Judul: The Magician’s Elephant (Gajah Sang Penyihir)

Penulis: Kate DiCamillo

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2009)

Halaman: 148 p

Beli di: Gramedia Grand Indonesia (Rp 25000)

Ada beberapa penulis buku anak yang karyanya sebenarnya termasuk “berat” untuk target pembacanya. Roald Dahl, misalnya, selalu menyelipkan pesan-pesan yang sedikit nakal dan penuh ironi di buku-buku ceritanya, malah kadang terlalu absurd, seperti kisah nasib anak-anak bandel di Charlie and The Chocolate Factory atau para penyihir menjijikkan di The Witches. Astrid Lindgren, seperti yang pernah aku singgung di posting sebelumnya, juga punya ciri khas memuat pesan moral yang agak serius dalam cerita-ceritanya.

Kate DiCamillo, meskipun hampir selalu melibatkan binatang sebagai karakter dalam kisahnya, termasuk dalam kategori yang sama. Ia mampu menyajikan cerita yang dramatis, sedikit gelap dan misterius. Tidak terkecuali dalam buku terbarunya, The Magician’s Elephant. Peter Augustus Duchene adalah seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh veteran perang yang terobsesi menjadikannya tentara. Peter tidak bahagia, dan jauuuhh di lubuk hatinya, ia yakin kalau adiknya, Adele, masih hidup, dan mereka masih memiliki kesempatan untuk menjalani hidup yang bahagia.

Maka, ketika ada tenda peramal di lapangan kota, Peter memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan itu. Di mana ia bisa menemukan adiknya? Dan jawaban peramal itu begitu mengejutkan :Ikuti saja sang Gajah. Awalnya Peter tidak mengerti, tapi saat ada seekor gajah yang muncul out of the blue pada pertunjukan penyihir di kota itu, Peter mau tidak mau jadi percaya. Dimulailah perburuan Adele, diikuti oleh serentetan kejadian aneh namun membawa makna yang dalam, bukan hanya bagi hidup Peter, namun bagi hidup beberapa orang di kota tersebut.

Membaca buku ini, meskipun singkat, meninggalkan jejak yang kuat, sama seperti buku Kate DiCamillo lainnya. Mungkin agak terlalu berat dan sedikit membosankan bagi anak-anak, tapi bila dibaca beberapa tahun lagi ketika mereka beranjak dewasa, justru akan memberikan kesan yang lebih mendalam.