Tags

, ,

Judul: The Keep

Pengarang: Jennifer Egan

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (2009)

Halaman: 319 p

Beli di: Gramedia Grand Indonesia (Rp 37000, diskon 30%)

Danny adalah seorang pecundang. Dengan dandanan gothic dan pekerjaan yang tidak jelas, hubungan yang tidak berhasil dengan kekasihnya yang lebih tua nyaris 10 tahun, serta perasaan kesepian yang tak kunjung berakhir, membuat Danny menjadi salah satu orang yang paling menyedihkan di kota New York. Dan ketika terjadi kekacauan di tempat kerjanya, tanpa pikir panjang Danny mengiyakan ajakan sepupunya, Howard, untuk pergi ke Eropa dan membantu dalam proyek renovasi kastil yang sedang dikerjakannya.

Tapi di sana Danny justru dihadapkan pada kejadian demi kejadian yang lebih aneh lagi, mulai dari Howard (sepupu yang dulu culun banget) yang sekarang sudah menjadi jutawan dan berpenampilan keren, Mick orang kepercayaan Howard yang selalu nampak misterius, serta barones tua, pewaris keluarga bangsawan  yang masih tinggal di benteng kastil; semuanya membawa Danny ke dalam petualangan yang seperti mimpi dan tidak nyata.

Di tempat lain, Ray adalah seorang narapidana yang dihukum akibat sebuah kasus pembunuhan. Hidupnya terasa tidak berarti, sampai pada suatu hari ia mendaftarkan diri ikut kelas menulis dan bertemu dengan Holly, guru menulisnya. Dengan segala cara, Ray berusaha membuat Holly terkesan. Termasuk menulis sebuah cerita hebat, yang memiliki perbedaan tipis antara fiksi dan kenyataan.

Hubungan antara Danny dan Ray-lah yang sebenarnya menjadi inti cerita buku ini, juga permainan penulis yang ingin membawa pembaca menebak-nebak mana kisah yang hanya imajinasi dan mana cerita yang benar-benar nyata.

Novel ini sebenarnya lumayan seru juga, terutama bagian Danny berpetualang di kastil yang misterius. Suasana yang muram dan gelap bisa ditampilkan dengan baik. Tapi ceritanya sendiri entah kenapa kurang memorable, bahkan saat membuat review ini, aku harus membolak-balik lagi bukunya, karena sudah agak lupa dengan jalan ceritanya, padahal baru selesai membaca beberapa hari yang lalu. Termasuk dalam kategori so-so lah, kalau menurutku.