Tags

,

Judul: The Gargoyle

Pengarang: Andrew Davidson

Penerbit: Kantera (2009)

Halaman: 600 p

Beli di: Alwi Bambu Agency (Rp 89900, diskon 35%)

Novel ini berkisah tentang seorang laki-laki, bintang film porno, yang menderita luka bakar parah akibat kecelakaan mobil yang dialaminya. Sosoknya yang dulu tampan dan berbodi yahud (ya ampun, bahasanyaaa…haha), kini menjadi onggokan tak berbentuk, dengan carut marut luka bakar, dan banyak bagian tubuh yang hilang, termasuk alat kelaminnya (yang dulu menjadi aset sangat berharga selagi dia menjalani profesi bintang porno!).

Laki-laki ini, yang tidak disebutkan namanya hingga akhir cerita, sudah ingin mengakhiri hidupnya saking suramnya masa depan yang terbentang di hadapannya, kalau saja tidak muncul sesosok perempuan unik bernama Marianne Engel, yang datang begitu saja dalam hidupnya. Marianne mengaku sudah mengenal si tokoh utama dalam kehidupan sebelumnya.

Apakah perempuan pemahat itu hanya menderita kegilaan, atau memang pengakuannya itu benar, kita tidak memperoleh jawaban pasti hingga cerita berakhir. Yang jelas, sepanjang novel kita akan disuguhi kisah-kisah masa lalu versi Marianne, mulai dari kehidupannya di masa lalu sebagai biarawati, pertemuannya dengan si tokoh lelaki, dan bagaimana ceritanya sampai mereka berpisah dan bertemu kembali di masa kini. Di sela-sela kisah tersebut, Marianne juga menyelipkan beberapa cerita cinta berbeda latar belakang, yang tampak random pada awalnya, namun ternyata memegang peranan penting di penghujung novel.

Sosok Marianne sendiri digambarkan sebagai seniman sedikit gila, yang memiliki bakat luar biasa dalam memahat batu menjadi patung-patung gargoyle. Yang tidak biasa (dan mengarahkan kecurigaan kita akan kegilaannya), Marianne mengaku setiap kali akan menghasilkan karya berupa gargoyle, ia selalu mendengarkan jeritan mereka dari dalam batu, seakan-akan meminta untuk dikeluarkan dari kungkungan tempat mereka terkurung selama berabad-abad.

Ini adalah buku pertama yang kubeli dari Penerbit Kantera. Belinya pun masih melalui milis Pasar Buku, kali ini lewat Alwi Bambu Agency yang sedang menawarkan diskon 35%. Lumayan banget kan? Dan ternyata terjemahan dari penerbit ini tidak mengecewakan. Ceritanya mengalir lancar, termasuk penggambaran si tokoh utama tak bernama yang kadang sinis, ironis, namun penuh sentuhan humor. Dan meski alur misteri bertempo agak lambat, kisahnya masih menyenangkan untuk diikuti.