Tags

, ,

last lecture

Judul: The Last Lecture

Pengarang: Randy Pausch with Jeffrey Zaslow

Penerbit: Hyperion (2008)

Halaman: 206 p

Beli di: Borders Singapore (SGD 20.90)

Ekspektasiku waktu membaca buku ini, setidaknya bisa menyamai Tuesdays With Morrie-nya Mitch Albom. Temanya bisa dibilang serupa, pesan-pesan orang yang sedang sekarat tentang kehidupan..

Tapi sayangnya, Randy Pausch bukanlah Morrie Schwartz, dan ghost writer-nya, Jeffrey Zaslow, bukanlah Mitch Albom yang melankoli. Sepanjang buku ini, kita disuguhi berbagai pelajaran tentang kehidupan dari sudut pandang Randy Pausch, seorang profesor yang sedang menjelang ajal akibat penyakit kanker pankreas yang dideritanya. Randy diminta untuk membawakan kuliah terakhir, atau Last Lecture, di Carnegie Mellon.

Demi anak-anaknya, Randy akhirnya membawakan kuliah tentang kehidupan, yang dirangkum dalam buku ini. Dia berharap, nantinya kuliah dan bukunya bisa menjadi pegangan hidup bagi anak-anaknya yang kini masih kecil-kecil.

Pelajaran hidup dari Randy tidaklah menyentuh seperti kuliah di hari Selasa bersama Morrie. Banyak pandangannya yang memang cukup keras, hitam dan putih, yang kadang tidak sesuai dengan opini pembaca. Tetapi ada juga hal-hal inspiratif yang bisa dipetik dari kisah-kisahnya, terutama yang menyangkut mimpi dan meraih cita-cita.

Beberapa pengalaman Randy adalah pengalaman sehari-hari yang terlalu biasa dan sangat personal untuk bisa relate dengan pembaca, dan sayangnya Jeffrey Zaslow sang penulis juga tidak bisa meramunya supaya tampil lebih menyentuh. Akhirnya, The Last Lecture hanyalah salah satu buku non fiksi yang numpang lewat, inspiratif untuk sebagian orang, tapi bukan suatu karya yang memorable.

Advertisements